PS. Pelita Jaya pertama kali berdiri bertepatan dengan bergulirnya kompetisi Galatama Kramayuda, yaitu tahun 1986, dengan manajer Rahim Soekasah dan Andre Amin sebagai asisten manager. Saat itu mereka bermarkas di Stadion Menteng dengan pelatih Bertje Matulapelwa (Alm.). Pada tahun 1988 mereka memiliki pelatih baru yaitu Benny Dolo, bermarkas di stadion Bekasi dan Lebak Bulus.
Sejak tahun berdiri hingga tahun 2006, PS. Pelita Jaya telah 5 (lima) kali berganti nama dan kepengurusan. Diantaranya pada tahun yang sama, yaitu 1988, bermarkas di stadion Lebak Bulus dengan pelatih yang sama tetapi manajer yang menangani hanya tinggal Andre Amin.
Tidak lama berselang, mereka berganti nama menjadi PS. Pelita Mastrans dengan manajer Nurdin Halid dan bermarkas di Lebak Bulus. Pada tahun kepengurusan 2000 - 2001, mereka berganti nama menjadi PS. Pelita Solo dimanajeri oleh Irsahn Sutanto dan Danurwindo sebelumnya dilatih Yusak Sutanto dengan record 13 kali bertanding tanpa kalah dan dihentikan karena kerusuhan Mei. Pada tahun tersebut stadion Manahan Solo menjadi pilihan markas mereka, saat itu PS. Pelita Solo dibawah pelatih Rully Nere.
Era tahun 2003 mereka kembali berganti nama kesebelasan menjadi PS. Pelita Krakatau Steel dengan jajaran pengurus sebagai berikut: manajer Joko Driono, Stadion Krakatau Steel sebagai markas, dan dua kali berganti pelatih yaitu Danur Windu dan Mundari Karya.
Pada tahun 2006, PS. Pelita Jaya Purwakarta menjadi nama baru menggantikan PS. Pelita KS. Manajer Rahim Soekasah, dan pelatih Bambang Nurdiansyah terpilih kedalam jajaran kepengurusan saat itu. stadion Lebak Bulus dan Stadion Purnawarman Purwakarta juga terpilih menjadi markas tim PS. Pelita Jaya Purwakarta.
Selama 5 (lima) kali berganti nama dan kepengurusan, prestasi yang pernah diraih antara lain juara Galatama, juara Piala Super Indonesia dengan manajer Andre Amin, meraih juara III pada piala Champion Asia, peraih prestasi ajang adu penalti piala Winner Asia di Korea Utara dan pada kompetisi Piala Klub ASEAN meraih juara I di Singapore.
Bintang - bintang yang pernah bergabung dan bersinar dalam klub dari awal hingga sekarang seperti Bambang Nurdiansyah, Rully Neere, Ansyari Lubis, Mario Kempes, Roger Mila, Maboang Kesack, Kurniawan Dwi Yulianto, Nasir Salasa, Harianto Prasetyo, Noah Mariem, Alexander Sarnunu, I Made Pasek Wijaya, Indranto Nugroho, Gusnedi Adang, Hendri Susilo, Eli Idris, Dejan Stokovic, Bima Sakti dan Frans Sinarta W.
Sepanjang perjalanan PS. Pelita Jaya, posisi kiper juga silih berganti berubah. Berikut adalah komposisi kiper yang pernah memperkuat PS. Pelita Jaya per era; Arjuna Rinaldi, Haryanto, Donny Latuperisa, Hermansyah, Listiyanto Raharjo, dan Kurnia Sandi.
Tidak hanya kiper yang silih berganti pemain, tetapi posisi belakang, tengah dan penyerang juga telah berulang kali melakukan pergantian posisi pemain.
Untuk posisi belakang anatara lain Ali Lisahoet, Nasir Salasa, Bonggo Probadi, Iwan Setiawan, dan Gusnaedi Adang. Untuk posisi tengah; murdari Karya, Rully Neere, Frans Sinatra Huwas, I Made Pasek Wijaya, Maman Suryaman, Alexander Saununu, Theodorus Bitbit, Noah Maryen, Maboang Kessack, Ansyari Lubis dan Bima Sakti. Komposisi penyerang sebagai berikut; Bambang Nurdiansyah, Mario Kempes, Roger Mila, Indriyanto Nugroho, dan yang paling dikenal adalah Kurniawan Dwi Yulianto.